Makan siang di Seafood 212 Wiro Sableng, Kelapa Gading

Gara-gara baru diceritakan teman dan kebetulan lewat depan 212, akhirnya aku ajak keluarga makan siang disini. Sebelum diceritakan pun aku tau karna sering lewat dan biasanya asap bakar-bakarnya heboh, seperti foto dibawah ini.
null

Menu yang tersedia nggak dicantumkan harga, ya seperti tempat makan Seafood lainnya. Sebelum mau makan disini harus siap cash yang ‘lumayan’ atau bawa kartu debit maupun kredit. Karna aku termasuk maniak sambal, yang aku cari pertama kali di menu adalah sambal. Tapi aku nggak menemukan pilihan sambal di menu, ternyata disini sambal dikasih 2 jenis dan gratis. 1 piring cabe potong dan bawang dengan kecap manis, 1 lagi bukan sambal terasi – menurutku lebih mirip sambal penyet.
null

Sedangkan yang ini adalah sambal untuk cocolan Kerang Dara. Kalau pesan Kerang Dara pasti dikasih.
null

Kerang Dara duluan disajikan sebagai makanan pembuka. Kebetulan Kerang Dara yang disajikan untukku ukurannya kecil, daging kerangnya masih lebih kecil dibanding ukuran Kacang Mede. Padahal kalau aku liat review dari blog orang lain, Kerang Daranya keliatan lumayan wajar ukurannya. Rasa? Mengecewakan, karna Kerang Dara yang ukurannya kecil ini direbus terlalu lama, jadi rasa nggak juicy lagi.
null

Nasi yang didatangkan dengan piring yang sekelilingnya basah, ntah basah karna apa, akhirnya aku lap sendiri dengan tisu. Aku kurang cocok dengan nasi yang disajikan, ini lebih mirip ketan karna nasinya lembek dan menggumpal. Aku terbiasa dengan nasi yang butiran nasinya dimasak sempurna, bukan lembek dan menggumpal seperti ketan.
null

Cumi Goreng Tepungnya ini lumayan, renyah tapi buatku sih rasanya agak hambar, kurang asin.
null

Ini Ikan Kuwe Bakar, disini ukuran ikannya besar, cukup lah untuk makan 4 orang. Aku kira rasanya enak seperti yang orang-orang bilang, ternyata bagiku biasa aja. Asinnya pas tapi rasa bumbunya nggak meresap ke dalam, dan kurang wangi.
null

Bagi yang sangat memuja kerapihan makanan, jangan protes kalau makan disini. Sajian Kepiting Saos Padang ini berantakan. Rasa juga bagiku mengecewakan, karna aku kurang suka cara masak Kepiting Saos Padang ini. Kepitingnya digoreng terlebih dahulu agar cepat matang baru dimasak dengan saos, cara masak seperti ini memang jadi mempersingkat waktu penyajian, tapi hasilnya daging kepiting jadi menempel semua di cangkang. Saosnya juga sangat ‘minimalis’, kalau mau cari saosnya harus bongkar-bongkar kebawah dulu.
null
Aku lebih suka kepiting yang dimasak langsung dengan saos tanpa perlu digoreng maupun direbus terlebih dulu, rasanya lebih mantap dan daging nggak akan menempel di cangkang. Lain kali akan aku post hasil masakan Kepiting yang kumasak langsung dengan saos tanpa kepitingnya digoreng atau direbus dulu.

Ekspektasiku mungkin terlalu tinggi karna apalagi katanya Seafood 212 Wiro Sableng ini terkenal, tapi sayangnya mengecewakan untukku.

Total harga yang kumakan (termasuk minum) 427.900
null
Lain kali mau mampir lagi kah aku? Enggak. Rasa kenyang tapi kepuasan nggak ada.

6 thoughts on “Makan siang di Seafood 212 Wiro Sableng, Kelapa Gading”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s