Susahnya tutup kartu kredit BCA

Tulisan ini aku tulis berdasarkan pengalaman kakakku sendiri. Kakakku mau tutup kartu kredit BCA nya karena nggak dipakai sama sekali. Berikut ini adalah percakapan antara kakakku (K) dengan customer service BCA (CC) yang membutuhkan waktu yang cukup panjang dan membuat darah tinggi.

K :
Pagi, saya mau mengajukan penutupan kartu

CC 1 :
Pagi dengan Karen bisa dibantu?

K :
Kalau mau tutup kartu gimana ya? Tapi jatuh tempo nya hari ini karena beberapa hari lalu baru dapat surat tagihannya

CC 1 :
Bisa, tapi tagihannya harus dibayar terlebih dahulu, nanti baru diajukan. Apabila disetujui, dana akan dikembalikan ke limit kartu kredit, proses penutupan kartu butuh waktu seminggu. Karena sudah jatuh tempo, biaya tahunan harus dilunasi dulu.

K :
Terus.. tutupnya gimana? Khan masih ada limit 200.000?

Tiba-tiba telpon terputus. Karena pulsa kakakku habis. Lalu kakakku telpon lagi menggunakan nomor lain.

K :
Halo, bisa tolong disambungkan dengan mbak Karen?

CC 2 :
Maaf tidak bisa, karena sedang melayani customer lain. Ada yang bisa dibantu?

K :
Begini, saya tadi sudah bahas dengan mbak Karen mengenai penutupan kartu kredit saya. Tapi jatuh temponya khan hari ini, katanya tagihan harus dibayar dulu ya?

CC 2 :
Iya betul, setelah itu baru diajukan untuk pengembalian. Dana tersebut dikembalikan ke limit kartu kredit.

K :
Kalau gitu, saya harus belanja 200.000 lagi dong? Belanja khan nggak mungkin pas 200.000, apa nggak bisa dikembalikan ke rekening bank saya?

CC 2 :
Hm, peraturannya memang seperti itu. Kalau selama pengurusan penutupan kartu, nggak boleh digunakan untuk belanja.

K :
Kalau begitu, kartu saya kapan ditutupnya?

CC 2 :
Mau ditutup ya?

K :
Ya khan saya udah bilang dari tadi mau ditutup. Kalau dibelanjain, kapan tutupnya?

CC 2 :
Iya, tapi limitnya akan dikembalikan ke kartu kredit *jawaban yang tidak memberikan solusi*

K :
Yaudah deh, saya nanti telpon lagi aja hubungi mbak Karen.

Masalahnya :
1. Uang 200.000 (biaya tahunan kartu kredit) itu nggak masalah kalau harus dilunasi kakakku.
2. Kalau 200.000 dikembalikan ke limit kartu kredit, berarti 200.000 itu harus dibelanjakan agar nggak sia-sia, bukan?
3. Kalau dibelanjakan, nggak akan bisa tepat 200.000.
4. Kalau sudah dibayar, tapi 200.000 itu nggak dikembalikan terus kartu ditutup. Bukannya 200.000 itu hangus?
5. Maksudnya ini apa agar nasabah nggak jadi tutup kartu?
6. Surat tagihan sampai dirumah pada hari Senin, jatuh tempo nya hari Jumat. Kalau ‘katanya’ proses penutupan kartu butuh seminggu, walaupun kakakku hubungi BCA pada hari yang sama waktu surat tagihan sampai, nggak akan keburu proses nya khan?

Akhirnya kakakku telpon lagi.

K :
Halo, bisa tolong disambungkan ke mbak Karen?

CC 3 :
Maaf ingin bicara dengan siapa ya? Karena disini tidak terdengar dengan jelas
(padahal sinyal HP kakakku full)

K :
Saya ingin menutup kartu kredit saya

CC 3 :
Alasannya apa ya?

K :
Karena saya ada kartu kredit lain, jadi ini tidak terpakai.

CC 3 :
Ok, kita konfirmasi data dulu ya.

*bla bla bla bla bla…..* Proses yang nggak perlu dijelaskan detail disini

CC 3 :
Baik, kartu akan kami proses. Akan saya sambungkan ke bagian penutupan kartu (P).

K :
Ok *menghela nafas lega.. kenapa nggak dari tadi?*

P :
Halo, dengan saya Yuli bisa dibantu? Kenapa mau ditutup kartunya?

K :
Waktu itu saya mau pakai di Global Teleshop tapi nggak bisa. Sejak itu saya tidak pakai lagi karena takut nggak bisa dipakai lagi seperti waktu itu. Jadi saya pakai kartu kredit lain.

P :
Coba di cek apa kartu nya rusak atau cacat?

K :
Enggak

P :
Begini, untuk iuran tahunannya dilunasi dulu. Dengan membelanjakan 500.000, nanti di tagihan kartu kreditnya hanya tercantum 300.000 saja. Karena kalau mbak langsung tutup kan butuh proses, pengembalian iuran tahunan itu bisa disetujui bisa juga tidak. Kalau mbak belanjakan 500.000 dalam 2-3 bulan ini, maka kartu mbak akan digunakan sampai tahun depan tanpa perlu bayar iuran tahunan lagi. Karena kartu yang kemarin tidak bisa digunakan, nanti akan dikirimkan kartu baru sebagai pengganti.

K :
Ok kalau begitu, terima kasih

Nah kalau prosesnya segampang ini kenapa nggak dari tadi aja sih?

Follow

=== F Vian ===

Entrepreneur, Food Quality Control Manager, Reviewer, Blogger

Perempuan yang lahir tahun 1990.
Tukang kritik, punya rasa penasaran tingkat tinggi.
Follow

One thought on “Susahnya tutup kartu kredit BCA”

  1. waduh..kemaren saya dikirim 2 kartu kredit bca..satunya visa card dan bca card..jangan-jangan di persulit juga nih…untung saya cuma aktifin yang visa card saja.yang bca card gak saya aktifin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>