Jadi perawat pribadi selama Mama suntik insulin

“Ini udah parah lho, harus suntik insulin, harus mau ya. Kalau nggak mau, saya angkat tangan, nggak ada cara lain lagi”. Begitulah kata dokter penyakit dalam ternama yang punya gelar “Prof. DR. Dr.SpPD, FINASIM, PhD” menghiasi namanya.
mama suntik insulin 01

Untunglah kalimat itu berhasil membujuk mama yang super duper buandel minta ampun. Mama baru pertama kalinya inisiatif cek kesehatan, padahal dari awal nikah, dibujuk papa juga nggak mempan. Sampai papa udah almarhum juga mama nggak mau nurut ajakanku dan kakak.

Beruntung banget tetangga sekomplek rekomen mama ke Prof. DR. Dr. David Handojo Muljono SpPD, FINASIM, PhD dan menurut banyak orang, dokter ini bagus banget. Setelah aku cari tau tentang profilnya, memang nggak diragukan lagi. Beliau kuliah tahun 1974 di Surabaya dan selesaikan S3 di Jepang.

Beliau juga :
– Aktif nambah pendidikannya di berbagai pelatihan
– Aktif di organisasi internasional
– Aktif di berbagai penelitian, salah satunya WHO (World Health Organization)
– Banyak penghargaan

Nggak heran tiap jam praktek pasti pasiennya buanyak yang antri, mungkin dari satu orang cerita ke orang lain lagi, nah sekarang aku cerita lewat tulisan ini. Bukan promosi loh.

Sempat shock berat waktu dokter periksa mama dan baca hasil lab, hasilnya seperti menu paket lengkap : diabetes + kolesterol + darah tinggi, tanpa es teh tawar.

Lebih shock lagi waktu dengar mama harus suntik insulin. Semua pertanyaan langsung tabrakan beruntun di dalam otakku.

Gimana suntiknya?

Wujud suntiknya seperti apa?

Gimana ganti jarumnya?

Jarumnya sepanjang apa?

Kalau salah suntik gimana?

Kalau gemetaran waktu nyuntik gimana?

Kapan aja suntiknya?

Siapa yang nyuntik?

“Lo yang nyuntik ya”, semua pertanyaan itu hilang mendadak waktu kakak bilang begitu.

Oke. Aku yang nyuntik, nyali kakak kurang besar untuk hal beginian.

Tadinya kukira jarum suntiknya yang panjang, sebelum nyuntik harus isi dulu alat suntikannya, harus di buang udaranya dulu, wah fatal nih kalau sampai ceroboh. Waktu di apotik ternyata begini nih wujudnya.

mama suntik insulin 02

Insulin udah terisi di dalam alat suntik, jadi tinggal ganti jarum baru aja tiap pakai.
mama suntik insulin 03

Ternyata jarumnya kecil, tipis dan cara gantinya juga gampang.
mama suntik insulin 04

Dari awal tahun, mama udah berobat ke si dokter yang gelarnya ngeri ini, untunglah kondisi mama dalam 1 bulan membaik menuju normal.
mama suntik insulin 05

Selama minum obat dari dokter, pola mama kujaga ketat. Berdasarkan saran dari ahli gizi, mama harus makan 6x sehari (3 jam sekali).

Makan ini itu sih boleh, asal jangan berlebihan dan ada takaran tertentu. Dulu mama kalau beli 2 durian bisa langsung habis dalam 2 hari buat cemilan, itu mama yang sikat sendiri. Aku ambil positifnya aja, kalau begini khan mama jadi lebih mau jaga pola makannya.

Nah setelah pola makan dijaga sambil dibantu dengan resep dokter, kondisi mama sekarang normal.
mama suntik insulin 06

Waktu liat hasil lab ini rasanya luar biasa, berasa kayak liat rapor yang nggak ada nilai merah satupun. Untuk hasil lab yang cantik angkanya begitu butuh pengorbanan, jadi mama sementara harus putus hubungan sama es krim, durian, dan makanan favorit lainnya.

Mama sekarang lebih mau jaga kesehatan walau sesekali bandelnya kumat. Ya minimal udah sadar kalau kesehatan itu mahal, apalagi kondisi mama begini sekali check up dan tebus resep di apotik butuh minimal 2.5 juta.

Punya cerita tentang diabetes? Boleh diceritakan di komen.

3 thoughts on “Jadi perawat pribadi selama Mama suntik insulin

  1. novita March 15, 2015 / 1:47 pm

    Jarumnya ganti tiap nyuntik yah? Wah aku salah dung. Aku ganti stlh 28hr.

    • F Vian (MySuperLounge) March 16, 2015 / 7:24 am

      Suster ngajarin aku sih boleh untuk 2x suntik, tapi kadang kalau berdarah ya cuma untuk 1x suntik aja. Yang disuntik nggak sakit emangnya? Susternya bilang beberapa kali suntik jadi tumpul, bakal sakit waktu disuntik.

  2. anty November 21, 2014 / 7:16 am

    Ikut komen ya..Wahh jangan bandel ya mama nya, jadi inget almarhum adik 14 tahun lalu,dia kena diabetes pas kelas 5 sd,jadinya sehari 2x mesti suntik insulin,mungkin karena adikku itu belum ngerti g̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ boleh makan ini itu, makanan juga diukur, dirumah dia nurut,diluaran bisa makan sembarangan,jadinya langganan rumah sakit deh,sebulan bisa 2 kali nginep.Dia bertahan 2 tahun suntik insulin, sampe suatu saat dia ngeluh kalo dia ngerasa capek masuk rs en suntik insulin, kita kasih semanngat terus biar g̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ nyerah,tapi Allah lebih sayang sama adikku,habis dirawat yang terakhir 1 minggu di rs,dia minta maaf sama keluarga, habis itu malamnya dia wafat. Sedih banget, walau sering berantem,tapi aku tuh sayang banget sama dia.Moga aja mama kamu tetep disiplin,selalu jaga pola makan.

Apa komentarmu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s